Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Misteri Dana Kompensasi Raja Ampat ; Tudingan Penggelapan atau Ujian Transparansi Publik?

    April 30, 2026

    Dari Kasus Daycare Yogyakarta, Aktivis Beltim Serukan “Zero Tolerance” Kekerasan Anak

    April 30, 2026

    Dari Tanah Nagari ; Jejak Jenderal Syafril Mahyudin Menembus Batas Takdir

    April 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Threads
    • Redaksi
    • Direksi
    • Management
    • Disclaimer
    • Policy Privacy
    JogjaEkspress.Com
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Home
    • HeadLine
    • Features
    • GloNews
      • GLobalNews
      • NASionalNews
      • LOCalNews
      • REGionalNews
    • EkoBisTrend
      • EKonomi
      • BIsnis
      • TrenDing
    • PoliParLemen
      1. East Asia
      2. Economy
      3. View All

      Tantangan & Peluang Ekonomi, Karir & Politik Rajo Ameh di Tahun 2026

      January 2, 2026

      China’s Railways See Over 200m Passengers Since Start of Spring Festival

      February 2, 2025

      More than 80 Dead After Super Typhoon Sweeps Across Country

      February 2, 2025

      Southeast Asia’s Leadership Crucibles: Past Visions, Present Struggles

      February 2, 2025

      Menolak Uluran Dunia, Indonesia Menguji Kedaulatan Fiskal

      April 18, 2026

      42 Persen Menghantui ; Ujian Kamarudin Muten di Ujung Tenggat Fiskal 2027

      April 11, 2026

      Api Keadilan di Timur Negeri ; Pemusnahan Barang Bukti Jadi Simbol Perlawanan

      April 10, 2026

      Tahun Depan, Anggaran Ketahanan Pangan Sebesar Rp164,4 Triliun

      August 15, 2025

      Menolak Uluran Dunia, Indonesia Menguji Kedaulatan Fiskal

      April 18, 2026

      42 Persen Menghantui ; Ujian Kamarudin Muten di Ujung Tenggat Fiskal 2027

      April 11, 2026

      Api Keadilan di Timur Negeri ; Pemusnahan Barang Bukti Jadi Simbol Perlawanan

      April 10, 2026

      Tantangan & Peluang Ekonomi, Karir & Politik Rajo Ameh di Tahun 2026

      January 2, 2026
    • ShowCelebs
    • RaGam
      • Business
      • Population
    • LifeHealth
      • Travel & Tourism
    • Sports
    • IPTechno
    JogjaEkspress.Com
    Home » Dari Kasus Daycare Yogyakarta, Aktivis Beltim Serukan “Zero Tolerance” Kekerasan Anak
    Don't Miss

    Dari Kasus Daycare Yogyakarta, Aktivis Beltim Serukan “Zero Tolerance” Kekerasan Anak

    JogjaEkspressComBy JogjaEkspressComApril 30, 2026No Comments4 Mins Read
    Foto ; dok/hi*
    Share
    Facebook Twitter Pinterest Threads Bluesky Copy Link

    JogjaEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Gelombang keprihatinan nasional atas dugaan kekerasan di tempat penitipan anak kembali menguat, menyusul terungkapnya kasus di Yogyakarta yang menyeret banyak pihak dan mengguncang rasa aman masyarakat.

    Di tengah sorotan tersebut, suara dari daerah turut mengemuka. Dari Belitung Timur, seruan tegas disampaikan agar peristiwa serupa tidak pernah terjadi di “Negeri Laskar Pelangi”.

    CEO AUKBABEL (Aktivis Untuk Kemajuan Bangka Belitung), Rajo Ameh, menyampaikan kekhawatirannya sekaligus harapannya agar kasus yang menimpa Daycare Little Aresha menjadi pelajaran penting bagi seluruh daerah, termasuk Belitung Timur.

    “Kita berharap kasus seperti ini tidak terjadi di Belitung Timur, bahkan jangan pernah terjadi di negeri kita. Anak-anak adalah masa depan, mereka harus dilindungi,” tegasnya.

    Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Kasus yang mencuat di Daycare Little Aresha, Sorosutan, memunculkan fakta mengejutkan: sebanyak 13 orang ditetapkan sebagai tersangka, seluruhnya merupakan pengasuh yang notabene perempuan.

    Fakta ini memantik reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

    Dengan nada tinggi, Sultan mengaku heran dan tidak habis pikir. Ia menyoroti ironi besar bahwa pelaku kekerasan justru berasal dari sosok yang secara kodrati identik dengan kasih sayang.

    “Saya heran, justru dilakukan oleh ibu-ibu sendiri. Mereka tidak punya empati? Anak-anak diperlakukan seperti itu,” ujarnya dengan nada tegas.

    See also  Duel Subuh ; Luka Seorang Remaja & Kerasnya Geng di Kota Pelajar
    Powered by Inline Related Posts

    Pernyataan tersebut mencerminkan kegelisahan mendalam atas lunturnya nilai-nilai perlindungan terhadap anak. Dalam konteks sosial, keluarga dan pengasuh seharusnya menjadi ruang paling aman bagi tumbuh kembang anak, bukan sebaliknya.

    Menanggapi kasus tersebut, Sultan mengambil langkah tegas. Ia menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten/kota di wilayah DIY untuk segera melakukan penertiban terhadap tempat penitipan anak, khususnya yang tidak memiliki izin resmi.

    “Kalau ilegal, harus langsung ditutup. Tidak boleh ada kompromi,” tegasnya.

    Langkah ini menegaskan bahwa legalitas bukan sekadar formalitas administratif, tetapi pintu masuk bagi pengawasan dan akuntabilitas.

    Tanpa izin yang jelas, kualitas layanan sulit dipastikan, dan potensi penyimpangan menjadi lebih besar.

    Senada dengan itu, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menilai kasus ini sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

    Ia mendesak agar pelaku dijatuhi hukuman maksimal serta perlindungan diberikan kepada pelapor.

    “Ini bukan kejahatan biasa. Ini menyangkut masa depan anak-anak. Harus ditindak tegas,” ujarnya.

    Ia juga mendorong pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Anak untuk memastikan penanganan kasus serupa lebih terintegrasi dan responsif.

    Di tengah dinamika tersebut, seruan dari Belitung Timur menjadi penting sebagai refleksi daerah.

    Rajo Ameh menekankan bahwa perlindungan anak harus menjadi komitmen bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat.

    See also  Masuk AS, Mobil Jepang Diberlakukan Tarif 15%
    Powered by Inline Related Posts

    “Kita ingin Belitung Timur menjadi daerah yang ramah anak. Kita semua punya tanggung jawab menjaga kampung kita agar tetap aman,” ujarnya.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa keamanan anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada institusi formal. Lingkungan sosial memiliki peran besar dalam menciptakan ruang yang aman dan suportif.

    Dalam konteks lokal, Belitung Timur dikenal sebagai daerah dengan nilai-nilai sosial yang masih kuat.

    Gotong royong, kepedulian, dan kedekatan antarwarga menjadi modal sosial yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan anak.

    Namun, perubahan zaman membawa tantangan baru. Urbanisasi, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta kebutuhan akan layanan penitipan anak membuat keberadaan daycare semakin penting.

    Di sisi lain, hal ini juga membuka celah jika tidak diiringi dengan pengawasan yang memadai.

    Oleh karena itu, diperlukan langkah proaktif dari pemerintah daerah. Regulasi yang jelas, sistem perizinan yang ketat, serta mekanisme pengawasan yang efektif menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

    Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci. Orang tua perlu lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak. Transparansi, rekam jejak, serta kualitas tenaga pengasuh harus menjadi pertimbangan utama.

    Di sisi lain, tenaga pengasuh juga perlu mendapatkan pelatihan yang memadai. Tidak hanya terkait teknis perawatan anak, tetapi juga aspek psikologis dan etika.

    See also  Misteri Dana Kompensasi Raja Ampat ; Tudingan Penggelapan atau Ujian Transparansi Publik?
    Powered by Inline Related Posts

    Kasus di Yogyakarta menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang seharusnya paling aman. Oleh karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

    Pemerintah pusat melalui berbagai regulasi sebenarnya telah memberikan kerangka perlindungan anak. Namun, implementasi di lapangan sering kali menjadi tantangan.

    Di sinilah pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, serta masyarakat harus bekerja bersama.

    Belitung Timur, dengan segala potensinya, memiliki peluang untuk menjadi contoh daerah ramah anak. Dengan komitmen yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat, visi tersebut bukan hal yang mustahil.

    Seruan Rajo Ameh menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal nilai. Nilai tentang kepedulian, tanggung jawab, dan kemanusiaan.

    “Kite same-same jage kampong kite,” ujarnya, menutup pernyataan dengan pesan yang sederhana namun penuh makna.

    Pesan tersebut mencerminkan semangat kolektif yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

    Ke depan, diharapkan tidak hanya ada reaksi setelah kejadian, tetapi juga langkah preventif yang sistematis. Dengan demikian, setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih.

    Karena pada akhirnya, masa depan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita menjaga anak-anak hari ini. | JogjaEkspress.Com | */Redaksi | *** |

    Post Views: 1,984
    GloNews LOCalNews
    Share. Facebook Twitter Pinterest Bluesky Threads Tumblr Telegram Email
    JogjaEkspressCom
    • Website

    Related Posts

    Misteri Dana Kompensasi Raja Ampat ; Tudingan Penggelapan atau Ujian Transparansi Publik?

    April 30, 2026

    Dari Tanah Nagari ; Jejak Jenderal Syafril Mahyudin Menembus Batas Takdir

    April 18, 2026

    Dari Pakan ; Bukittinggi, Kota di Atas Awan yang Menolak Dilupakan

    April 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    European Stocks Close Higher as Earnings Ramp Up; Watches of Switzerland Down 36% in Day Trading

    February 2, 20256 Views

    Elon Musk Spent More than $290 Million on the 2024 Election, Year-End FEC Filings Show

    February 2, 202510 Views

    Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Santri, Sempat Kabur ke Medan

    May 4, 20251,978 Views
    Don't Miss

    Misteri Dana Kompensasi Raja Ampat ; Tudingan Penggelapan atau Ujian Transparansi Publik?

    By JogjaEkspressComApril 30, 2026

    JogjaEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Isu dugaan penggelapan dana kompensasi lingkungan kembali mencuat dan mengguncang ruang…

    Dari Kasus Daycare Yogyakarta, Aktivis Beltim Serukan “Zero Tolerance” Kekerasan Anak

    April 30, 2026

    Dari Tanah Nagari ; Jejak Jenderal Syafril Mahyudin Menembus Batas Takdir

    April 18, 2026

    Dari Pakan ; Bukittinggi, Kota di Atas Awan yang Menolak Dilupakan

    April 18, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Top Trending
    8.9

    Review: Latest Windows 11 Preview Build Lets You Search for Copied Text

    By JogjaEkspressComJanuary 15, 2021
    85

    Review: 10 Things You Didn’t See on TV During the 2021 Latin Grammys

    By JogjaEkspressComJanuary 14, 2021
    72

    Review: 50 Easy Travelling Habits That Help You Live Longer

    By JogjaEkspressComJanuary 14, 2021
    Most Popular

    European Stocks Close Higher as Earnings Ramp Up; Watches of Switzerland Down 36% in Day Trading

    February 2, 20256 Views

    Elon Musk Spent More than $290 Million on the 2024 Election, Year-End FEC Filings Show

    February 2, 202510 Views

    Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Santri, Sempat Kabur ke Medan

    May 4, 20251,978 Views
    Our Picks

    Misteri Dana Kompensasi Raja Ampat ; Tudingan Penggelapan atau Ujian Transparansi Publik?

    April 30, 2026

    Dari Kasus Daycare Yogyakarta, Aktivis Beltim Serukan “Zero Tolerance” Kekerasan Anak

    April 30, 2026

    Dari Tanah Nagari ; Jejak Jenderal Syafril Mahyudin Menembus Batas Takdir

    April 18, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    JogjaEkspress.Com
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube Tumblr LinkedIn WhatsApp TikTok Telegram
    • Home
    • LifeHealth
    • RaGam
    • PoliParLemen
    • Buy Now
    © 2026 JogjaEkspress.Com 01052025-GMT0603. Designed by JSCgroupmedia.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.