JogjaEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ “Mengunjungi Yogyakarta tidak afdol jika tidak mampir ke Tugu Jogja.” Pepatah ini sepertinya sudah terpatri dalam hati banyak wisatawan yang datang ke kota ini.
Tugu Jogja yang terletak di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di titik pertemuan antara Jalan Malioboro dan Jalan Jenderal Sudirman, telah menjadi salah satu landmark yang paling dikenal dan menjadi simbol kebanggaan kota Gudeg ini.
Meskipun ukurannya tidak sebesar Monas di Jakarta, keberadaan Tugu Jogja telah menyedot perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Setiap hari, terutama pada malam hari, ratusan hingga ribuan pengunjung mengunjungi kawasan ini. Tugu Jogja bukan hanya sekedar bangunan, tetapi lebih dari itu, ia mengandung filosofi, sejarah, dan budaya yang dalam.
Tugu Jogja : Dari Masa ke Masa
Tugu Jogja yang kita kenal saat ini tidak selalu memiliki bentuk seperti yang terlihat di depan mata. Sebelum mengalami perubahan pada akhir abad ke-19, Tugu Jogja awalnya memiliki bentuk yang berbeda.
Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I, monumen yang dikenal dengan nama Golong Gilig ini memiliki ketinggian sekitar 25 meter, dengan puncak yang membulat. Nama “Golong Gilig” sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “Golong” yang berarti silinder dan “Gilig” yang berarti bulat, menggambarkan bentuk tiang monumen tersebut yang berbentuk silinder dengan puncak yang melengkung.
Namun, sejarah panjang Tugu Jogja tidak bisa dipisahkan dari peristiwa gempa bumi besar yang terjadi pada 10 Juni 1867. Gempa yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya menyebabkan Tugu Jogja yang asli roboh.

Pada masa itu, konstruksi bangunan belum secanggih sekarang, ditambah lagi dengan kondisi alam Jogja yang rawan gempa karena letaknya yang dekat dengan Samudera Hindia.
Pasca kehancuran tersebut, Pemerintah Hindia Belanda bersama Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat mulai melakukan renovasi dan pembangunan kembali Tugu Jogja pada tahun 1889. Dari sinilah muncul perubahan bentuk yang cukup signifikan.
Monumen yang kini dikenal sebagai Tugu Jogja memiliki tiang yang lebih pendek dan mengotak dengan puncak yang lebih tajam dan berbentuk seperti gunungan, sebuah simbol dari kebudayaan Jawa yang erat kaitannya dengan Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta, dan Laut Selatan.
Filosofi Tugu Jogja : Manunggaling Kawula Gusti
Filosofi yang terkandung dalam pembangunan Tugu Jogja sangat dalam dan terkait erat dengan nilai-nilai budaya Jawa.
Sebelum mengalami perubahan bentuk, monumen Tugu Jogja yang berbentuk Golong Gilig memiliki makna filosofis Manunggaling Kawula Gusti, yang berarti bersatunya rakyat dan raja dalam membangun kesatuan dan keharmonisan.
Tugu Jogja sendiri berperan sebagai simbol perpaduan antara kekuatan alam dan spiritualitas, serta hubungan yang harmonis antara penguasa dan rakyat.
Arsitektur Tugu yang berbentuk silinder dan bulat itu merepresentasikan kesatuan yang tak terpisahkan, menunjukkan bahwa keberagaman masyarakat Jogja tetap menjadi satu dalam menjaga warisan budaya dan kehormatan negeri.
Meskipun kini Tugu Jogja memiliki bentuk yang berbeda, filosofi tersebut tetap hidup dalam jiwa masyarakat Yogyakarta.
Keberadaan Tugu sebagai titik sentral kota Jogja menggambarkan keharmonisan antara masa lalu dan masa depan, antara alam, budaya, dan masyarakat.
Tugu Jogja Sebagai Destinasi Wisata yang Semakin Populer
Keindahan dan nilai historis yang terkandung dalam Tugu Jogja menjadikannya salah satu destinasi wisata yang paling diminati.
Tugu Jogja seringkali menjadi pilihan pertama bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Terletak di pusat kota, Tugu Jogja mudah diakses oleh siapa saja yang datang untuk menikmati suasana kota Yogyakarta.
Meskipun dari segi ukuran Tugu Jogja tidak sebesar Monas di Jakarta, jumlah pengunjung yang datang ke sini setiap hari, terutama pada malam hari, terus meningkat.
Banyak wisatawan yang datang dari luar daerah dan bahkan luar negeri tidak hanya untuk menikmati pemandangan sekitar, tetapi juga untuk merasakan sensasi foto dengan latar belakang Tugu yang ikonik.
Keindahan malam di kawasan ini, dengan lampu-lampu yang menerangi monumen, semakin menambah daya tarik bagi para pengunjung.
Selain sebagai tempat wisata, Tugu Jogja juga menjadi tempat berkumpulnya para masyarakat lokal, khususnya pada malam hari.
Banyak warga yang duduk-duduk di sekitar taman, menikmati kuliner khas Yogyakarta, seperti Gudeg, Angkringan, atau sekedar minum kopi sambil menikmati suasana malam yang tenang.
Ini adalah tempat yang ideal untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman atau keluarga, menikmati makan malam sambil berbincang santai.
Tugu Jogja : Titik Kuno yang Terhubung dengan Alam
Tidak hanya sebagai tempat wisata, Tugu Jogja juga merupakan bagian dari filosofi yang lebih besar yang menghubungkan Kraton Yogyakarta, Gunung Merapi, dan Laut Selatan.
Jika Anda berkunjung ke Kraton Yogyakarta dan menghadap ke utara, Tugu Jogja akan terlihat dengan jelas di kejauhan, menunjukkan bagaimana Tugu dibangun dengan garis lurus menuju Kraton dan berhubungan langsung dengan alam, seperti Gunung Merapi di utara dan Laut Selatan di selatan.
Filosofi ini semakin dikuatkan dengan adanya monumen baru yang dibangun di sebelah tenggara Tugu Jogja pada tahun-tahun belakangan.
Monumen tersebut menegaskan Tugu Jogja sebagai bagian dari garis imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Kraton, dan Laut Selatan.
Ketiganya saling terkait dalam dunia spiritual masyarakat Yogyakarta, yang percaya bahwa hubungan antara alam, penguasa, dan rakyat harus selalu seimbang.
Tempat yang Tepat Untuk Menghabiskan Waktu Malam
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Tugu Jogja, malam hari adalah waktu yang tepat. Saat matahari terbenam dan cuaca mulai sejuk, kawasan sekitar Tugu Jogja menjadi sangat hidup.
Di sekitar kawasan ini terdapat banyak pedagang yang menjajakan kuliner khas Jogja, mulai dari Gudeg, Angkringan, hingga minuman tradisional.
Para wisatawan yang datang dapat menikmati keindahan Tugu Jogja sembari mencicipi hidangan lezat yang menggugah selera.
Kawasan sekitar Tugu juga semakin tertata dengan adanya taman yang lebih luas, memudahkan pengunjung untuk duduk-duduk santai. Ini menjadi tempat yang sangat nyaman bagi para keluarga, pasangan, ataupun wisatawan solo yang ingin menikmati suasana malam di pusat kota Yogyakarta.
Selain itu, Anda juga bisa berfoto dengan latar belakang Tugu Jogja yang ikonik, menciptakan kenangan yang tak terlupakan dari perjalanan Anda di kota ini.
Kawasan Wisata Lain di Sekitar Tugu Jogja
Tugu Jogja bukan satu-satunya tempat wisata yang dapat Anda kunjungi di kota ini. Beberapa kawasan lain yang terletak tidak jauh dari Tugu Jogja adalah kawasan Malioboro dan titik 0 Kilometer Yogyakarta.
Kedua tempat ini juga menjadi pusat aktivitas wisata dan belanja di Yogyakarta, yang tentu saja tidak boleh dilewatkan oleh para wisatawan.
Malioboro, dengan jajaran toko-toko yang menjual berbagai kerajinan tangan dan pakaian tradisional, menjadi tempat belanja favorit di Yogyakarta.
Sementara itu, Titik 0 Kilometer Yogyakarta yang terletak di Jalan Malioboro, menjadi pusat kegiatan sejarah kota ini, menandakan titik pusat dari perjalanan sejarah Yogyakarta yang panjang.
Tugu Jogja, Lebih Dari Sekadar Monumen
Tugu Jogja bukan sekadar sebuah bangunan atau monumen yang berdiri tegak di tengah kota. Ia merupakan simbol kebersatuan antara rakyat dan penguasa, sebuah filosofi yang mendalam dan berkaitan erat dengan budaya dan alam Yogyakarta.
Meskipun mengalami perubahan bentuk dari waktu ke waktu, Tugu tetap menjaga nilai sejarah dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
Selain menjadi destinasi wisata yang populer, Tugu Jogja juga menawarkan pengalaman yang mendalam, baik secara spiritual maupun budaya.
Jika Anda ingin merasakan kedamaian dan keindahan malam di Yogyakarta, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Tugu Jogja dan menikmati segala pesonanya yang tak ternilai.
Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke Yogyakarta, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan suasana malam di Tugu Jogja dan menikmati berbagai kuliner serta keindahan kota ini. Jika Anda ingin merasakan pengalaman wisata yang lengkap dan terorganisir,
Anda dapat memesan paket wisata Jogja di Alodiatour, yang siap membawa Anda mengunjungi berbagai tempat ikonik di kota yang penuh sejarah ini.

1 Comment
oke