Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    42 Persen Menghantui ; Ujian Kamarudin Muten di Ujung Tenggat Fiskal 2027

    April 11, 2026

    Rajo Ameh ; Antara Mimpi Kemandirian Daerah & Ancaman Sanksi Fiskal 2027

    April 11, 2026

    Ketika Air Berhenti Mengalir, Sawah Mondoe pun Menjerit

    April 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Threads
    • Redaksi
    • Direksi
    • Management
    • Disclaimer
    • Policy Privacy
    JogjaEkspress.Com
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Home
    • HeadLine
    • Features
    • GloNews
      • GLobalNews
      • NASionalNews
      • LOCalNews
      • REGionalNews
    • EkoBisTrend
      • EKonomi
      • BIsnis
      • TrenDing
    • PoliParLemen
      1. East Asia
      2. Economy
      3. View All

      Tantangan & Peluang Ekonomi, Karir & Politik Rajo Ameh di Tahun 2026

      January 2, 2026

      China’s Railways See Over 200m Passengers Since Start of Spring Festival

      February 2, 2025

      More than 80 Dead After Super Typhoon Sweeps Across Country

      February 2, 2025

      Southeast Asia’s Leadership Crucibles: Past Visions, Present Struggles

      February 2, 2025

      42 Persen Menghantui ; Ujian Kamarudin Muten di Ujung Tenggat Fiskal 2027

      April 11, 2026

      Api Keadilan di Timur Negeri ; Pemusnahan Barang Bukti Jadi Simbol Perlawanan

      April 10, 2026

      Tahun Depan, Anggaran Ketahanan Pangan Sebesar Rp164,4 Triliun

      August 15, 2025

      European Stocks Close Higher as Earnings Ramp Up; Watches of Switzerland Down 36% in Day Trading

      February 2, 2025

      42 Persen Menghantui ; Ujian Kamarudin Muten di Ujung Tenggat Fiskal 2027

      April 11, 2026

      Api Keadilan di Timur Negeri ; Pemusnahan Barang Bukti Jadi Simbol Perlawanan

      April 10, 2026

      Tantangan & Peluang Ekonomi, Karir & Politik Rajo Ameh di Tahun 2026

      January 2, 2026

      Tahun Depan, Anggaran Ketahanan Pangan Sebesar Rp164,4 Triliun

      August 15, 2025
    • ShowCelebs
    • RaGam
      • Business
      • Population
    • LifeHealth
      • Travel & Tourism
    • Sports
    • IPTechno
    JogjaEkspress.Com
    Home » Rajo Ameh ; Gas Melon, Keadilan Energi & Gengsi Daerah
    Don't Miss

    Rajo Ameh ; Gas Melon, Keadilan Energi & Gengsi Daerah

    JogjaEkspressComBy JogjaEkspressComApril 11, 20261 Comment6 Mins Read
    Foto ; dok/beritanasional*
    Share
    Facebook Twitter Pinterest Threads Bluesky Copy Link

    JogjaEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Di tengah dinamika kebijakan energi nasional yang terus bergerak menuju keadilan distribusi, sebuah pernyataan sederhana dari CEO AUKBABEL (Aktivis Untuk Kemajuan Bangka Belitung), Rajo Ameh, justru memantik diskursus yang lebih luas: tentang keberanian pemimpin daerah, ketepatan sasaran subsidi, hingga gengsi daerah dalam berkompetisi secara sehat di tingkat nasional.

    Pernyataan tersebut merespons langkah tegas Pemerintah Kabupaten Lumajang yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN), camat, serta SPPG yang melayani program MBG untuk menggunakan LPG 3 kg—yang selama ini dikenal sebagai “gas melon” bersubsidi.

    Langkah yang diambil oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bukan hanya sekadar kebijakan administratif, melainkan sebuah bentuk intervensi sosial yang menyentuh aspek keadilan ekonomi.

    Dalam rapat koordinasi bersama agen pangkalan LPG se-Kabupaten Lumajang yang digelar secara daring pada Kamis, 9 April 2026 lalu, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menegaskan bahwa LPG 3 kg harus benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak, yakni kelompok ekonomi lemah.

    ASN dan perangkat negara, menurutnya, tidak selayaknya menggunakan energi bersubsidi tersebut.

    Instruksi ini bahkan diperkuat dengan rencana penerbitan surat resmi yang melarang seluruh Pegawai Negeri Sipil di Lumajang menggunakan LPG 3 kg.

    Tidak berhenti di situ, Bunda Indah juga memerintahkan para camat untuk melakukan inspeksi mandiri di rumah masing-masing.

    Jika masih ditemukan penggunaan gas melon, maka diminta untuk segera memberikannya kepada tetangga yang kurang mampu.

    Sebuah pendekatan yang tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh nilai-nilai sosial dan empati.

    Di sinilah letak kekuatan kebijakan tersebut: ia tidak hanya mengatur, tetapi juga menggerakkan. Tidak hanya melarang, tetapi juga mengajak.

    Tidak hanya menertibkan, tetapi juga mengedukasi. Dan dari sinilah, suara dari Belitung Timur muncul sebagai refleksi sekaligus tantangan.

    See also  Operasi Pekat Musi 2026 : Menjaga Sumsel Tetap Aman & Bermartabat Sambut Ramadan 1447 H
    Powered by Inline Related Posts

    Rajo Ameh, dalam pernyataannya kepada media, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi serupa di Belitung Timur.

    Namun, ia tidak sekadar menyampaikan fakta, melainkan juga menyisipkan harapan. “Kalau Bupati Belitung Timur bisa instruksikan dan inspeksi seperti itu, wah hebat itu baru Belitung Timur,” ujarnya.

    Pernyataan ini mengandung semangat konstruktif—bukan membandingkan untuk menjatuhkan, tetapi untuk mendorong kemajuan.

    Lebih jauh, Rajo Ameh menambahkan bahwa langkah seperti yang dilakukan di Lumajang bisa menjadi indikator bahwa sebuah daerah memiliki kelas dan kapasitas untuk bersaing di tingkat nasional.

    “Setidaknya bupati dan Belitung Timur bukan kaleng-kaleng untuk sejajar dengan kabupaten lain di tingkat nasional, berkelas lah,” ungkapnya.

    Kalimat ini mencerminkan bahwa kebijakan publik kini tidak hanya dinilai dari dampaknya, tetapi juga dari keberanian dan inovasi yang ditunjukkan oleh para pemimpinnya.

    Fenomena ini menarik untuk dikaji dalam konteks yang lebih luas. LPG 3 kg merupakan salah satu bentuk subsidi energi dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

    Namun dalam praktiknya, distribusi dan penggunaannya kerap tidak tepat sasaran.

    Banyak kalangan mampu, bahkan aparatur negara, yang masih menggunakan gas bersubsidi ini karena faktor harga yang lebih murah dan ketersediaan yang luas.

    Di sinilah pentingnya intervensi kebijakan di tingkat daerah.

    Pemerintah daerah memiliki kedekatan langsung dengan masyarakatnya, sehingga dapat merancang dan menerapkan kebijakan yang lebih kontekstual dan responsif.

    Langkah Lumajang menjadi contoh bagaimana kebijakan lokal dapat menjadi solusi atas persoalan nasional.

    Namun, tentu saja, setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Belitung Timur, misalnya, memiliki kondisi geografis, demografis, dan sosial yang unik.

    See also  Danang Maharsa Hadiri Gathering Universitas Aisyiyah Sekaligus Jadi Keynote Speaker
    Powered by Inline Related Posts

    Oleh karena itu, kebijakan yang diterapkan tidak bisa serta-merta disalin, tetapi perlu disesuaikan.

    Meski demikian, semangat dan prinsip di balik kebijakan tersebut tetap relevan: memastikan bahwa subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

    Dari sisi edukatif, peristiwa ini memberikan pelajaran penting bagi masyarakat. Bahwa subsidi bukanlah hak semua orang, melainkan bentuk bantuan yang harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

    Bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak mengambil jatah yang seharusnya untuk orang lain. Dan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebijakan kecil yang konsisten.

    Secara informatif, publik juga menjadi lebih memahami bagaimana proses pengambilan kebijakan di tingkat daerah.

    Bahwa seorang bupati tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat menggerakkan seluruh perangkat daerah untuk mencapai tujuan bersama.

    Bahwa koordinasi lintas sektor—antara bagian ekonomi, satgas, hingga aparat kecamatan—menjadi kunci dalam implementasi kebijakan yang efektif.

    Dari sisi inovatif, pendekatan yang dilakukan oleh Bupati Lumajang patut diapresiasi.

    Menggabungkan instruksi formal dengan pendekatan sosial seperti berbagi kepada tetangga yang membutuhkan merupakan bentuk inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

    Ini menunjukkan bahwa kebijakan tidak harus kaku, tetapi bisa fleksibel dan humanis.

    Inspirasi yang muncul dari peristiwa ini tidak hanya bagi pemerintah daerah lain, tetapi juga bagi masyarakat luas. Bahwa setiap individu memiliki peran dalam menciptakan keadilan sosial.

    Bahwa perubahan tidak selalu harus menunggu dari atas, tetapi bisa dimulai dari kesadaran kolektif. Dan bahwa keberanian untuk berbeda—untuk mengambil langkah yang tidak populer tetapi benar—adalah ciri dari kepemimpinan yang visioner.

    Dari sisi motivatif, pernyataan Rajo Ameh menjadi pemicu semangat bagi Belitung Timur untuk terus berbenah. Bukan dalam arti bersaing secara negatif, tetapi dalam semangat untuk menjadi lebih baik.

    See also  Ketika Air Berhenti Mengalir, Sawah Mondoe pun Menjerit
    Powered by Inline Related Posts

    Untuk menunjukkan bahwa daerah ini juga mampu menghadirkan kebijakan yang berdampak dan berkelas.

    Untuk membuktikan bahwa inovasi tidak hanya milik daerah besar, tetapi juga dapat lahir dari daerah yang memiliki komitmen dan keberanian.

    Secara konstruktif, diskursus ini membuka ruang dialog yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Kritik yang disampaikan tidak bersifat destruktif, tetapi justru mendorong perbaikan.

    Ini adalah bentuk partisipasi publik yang ideal dalam demokrasi—di mana masyarakat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek yang aktif memberikan masukan.

    Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga konsistensi dan keberlanjutan dari kebijakan semacam ini. Bahwa larangan penggunaan LPG 3 kg oleh ASN tidak hanya menjadi wacana sesaat, tetapi benar-benar diterapkan dan diawasi.

    Bahwa edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, sehingga kesadaran tidak hanya muncul karena aturan, tetapi karena pemahaman.

    Pada akhirnya, kisah dari Lumajang dan respons dari Belitung Timur ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam membangun tata kelola yang lebih adil dan berkelanjutan.

    Bahwa daerah-daerah dapat saling belajar dan menginspirasi. Dan bahwa dari kebijakan yang tampak sederhana—seperti penggunaan gas elpiji—dapat lahir gerakan besar menuju keadilan sosial.

    Gas melon mungkin hanya sebuah tabung kecil berwarna hijau. Namun di baliknya, tersimpan isu besar tentang keadilan, kepemimpinan, dan masa depan.

    Dan ketika satu daerah berani mengambil langkah, maka daerah lain pun terdorong untuk bergerak. Inilah Indonesia—yang tumbuh bukan hanya dari pusat, tetapi dari denyut nadi daerah-daerahnya. | JogjaEkspress.Com | */Redaksi | *** |

    Post Views: 1,988
    EkoBisTrend EKonomi
    Share. Facebook Twitter Pinterest Bluesky Threads Tumblr Telegram Email
    JogjaEkspressCom
    • Website

    Related Posts

    42 Persen Menghantui ; Ujian Kamarudin Muten di Ujung Tenggat Fiskal 2027

    April 11, 2026

    Rajo Ameh ; Antara Mimpi Kemandirian Daerah & Ancaman Sanksi Fiskal 2027

    April 11, 2026

    Ketika Air Berhenti Mengalir, Sawah Mondoe pun Menjerit

    April 11, 2026
    View 1 Comment

    1 Comment

    1. JogjaEkspressCom on April 11, 2026 12:29 am

      oke

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    European Stocks Close Higher as Earnings Ramp Up; Watches of Switzerland Down 36% in Day Trading

    February 2, 20256 Views

    Elon Musk Spent More than $290 Million on the 2024 Election, Year-End FEC Filings Show

    February 2, 20259 Views

    Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Santri, Sempat Kabur ke Medan

    May 4, 20251,978 Views
    Don't Miss

    42 Persen Menghantui ; Ujian Kamarudin Muten di Ujung Tenggat Fiskal 2027

    By JogjaEkspressComApril 11, 2026

    JogjaEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Bayang-bayang tenggat waktu kebijakan fiskal nasional semakin nyata. Tahun 2027 yang…

    Rajo Ameh ; Antara Mimpi Kemandirian Daerah & Ancaman Sanksi Fiskal 2027

    April 11, 2026

    Ketika Air Berhenti Mengalir, Sawah Mondoe pun Menjerit

    April 11, 2026

    Menjaga Marwah Bhayangkara, Cinta Profesi Menjadi Energi Pelayanan

    April 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Top Trending
    8.9

    Review: Latest Windows 11 Preview Build Lets You Search for Copied Text

    By JogjaEkspressComJanuary 15, 2021
    85

    Review: 10 Things You Didn’t See on TV During the 2021 Latin Grammys

    By JogjaEkspressComJanuary 14, 2021
    72

    Review: 50 Easy Travelling Habits That Help You Live Longer

    By JogjaEkspressComJanuary 14, 2021
    Most Popular

    European Stocks Close Higher as Earnings Ramp Up; Watches of Switzerland Down 36% in Day Trading

    February 2, 20256 Views

    Elon Musk Spent More than $290 Million on the 2024 Election, Year-End FEC Filings Show

    February 2, 20259 Views

    Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Santri, Sempat Kabur ke Medan

    May 4, 20251,978 Views
    Our Picks

    42 Persen Menghantui ; Ujian Kamarudin Muten di Ujung Tenggat Fiskal 2027

    April 11, 2026

    Rajo Ameh ; Antara Mimpi Kemandirian Daerah & Ancaman Sanksi Fiskal 2027

    April 11, 2026

    Ketika Air Berhenti Mengalir, Sawah Mondoe pun Menjerit

    April 11, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    JogjaEkspress.Com
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube Tumblr LinkedIn WhatsApp TikTok Telegram
    • Home
    • LifeHealth
    • RaGam
    • PoliParLemen
    • Buy Now
    © 2026 JogjaEkspress.Com 01052025-GMT0603. Designed by JSCgroupmedia.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.