JogjaEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Upaya negara dalam menjamin pemenuhan hak asasi manusia tidak berhenti pada masyarakat umum, melainkan juga mencakup kelompok rentan yang sedang menjalani proses hukum.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan oleh Kepolisian Resor (Polres) Belitung Timur melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) yang secara rutin melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap para tahanan.
Pada Senin, 5 Januari 2026 lalu, sejak pukul 09.00 WIB, tim Si Dokkes Polres Belitung Timur melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Ruang Tahanan Polres Belitung Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari Standar Operasional Prosedur (SOP) perawatan tahanan yang bertujuan memastikan kondisi fisik dan kesehatan para tahanan tetap terjaga selama menjalani proses hukum.
Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, observasi kondisi fisik umum, serta konsultasi terkait keluhan kesehatan ringan yang dirasakan para tahanan.
Langkah ini tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif, guna mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan serta mencegah penularan penyakit menular di lingkungan sel tahanan yang memiliki risiko tinggi akibat keterbatasan ruang dan interaksi intensif.
Menjaga Martabat Kemanusiaan dalam Proses Penegakan Hukum
Dalam sistem hukum modern, perlakuan terhadap tahanan menjadi indikator penting dalam menilai kualitas penegakan hukum yang berkeadilan dan beradab.

Negara melalui aparat penegak hukum memiliki kewajiban untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, termasuk pemenuhan hak dasar atas kesehatan, meskipun seseorang sedang berhadapan dengan hukum.
Polres Belitung Timur memahami bahwa tahanan bukanlah objek hukuman, melainkan subjek hukum yang hak-haknya tetap melekat.
Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan bahwa proses penegakan hukum berjalan seiring dengan perlindungan hak asasi manusia.
PS Kasi Humas Polres Belitung Timur, IPDA Asep Achmadi, seizin Kapolres Belitung Timur AKBP Indra F. Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab institusional sekaligus kepedulian sosial Polri terhadap para tahanan.
“Pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari SOP perawatan tahanan. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatan tahanan sejak awal, memantau perkembangannya, serta mencegah terjadinya penyakit menular di dalam ruang tahanan,” ujar IPDA Asep.
Hasil Pemeriksaan : Seluruh Tahanan dalam Kondisi Baik
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan terhadap total 27 orang tahanan yang berada di bawah kewenangan Polres Belitung Timur, seluruhnya dilaporkan dalam kondisi sehat dan stabil.
Tidak ditemukan gangguan kesehatan serius yang memerlukan penanganan medis lanjutan atau rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
“Secara keseluruhan, situasi tahanan dalam keadaan sehat, aman, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan serius yang memerlukan penanganan khusus,” ungkap IPDA Asep.
Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan ruang tahanan Polres Belitung Timur berjalan dengan baik, baik dari aspek kebersihan, pengawasan, maupun pemenuhan kebutuhan dasar para tahanan.
Kondisi tersebut juga menjadi cerminan keberhasilan pendekatan preventif yang diterapkan oleh jajaran Polres Belitung Timur dalam menjaga stabilitas kesehatan lingkungan tahanan.
Pencegahan Lebih Baik daripada Pengobatan
Pemeriksaan kesehatan berkala memiliki nilai strategis yang sangat penting, terutama dalam lingkungan tertutup seperti ruang tahanan.
Penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, hingga gangguan pencernaan dapat dengan mudah menyebar apabila tidak dilakukan pemantauan kesehatan secara rutin.
Melalui kegiatan ini, Si Dokkes Polres Belitung Timur tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan edukasi kesehatan kepada para tahanan. Edukasi tersebut meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri, pola makan yang teratur, istirahat yang cukup, serta melaporkan keluhan kesehatan sedini mungkin kepada petugas.
Pendekatan edukatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan tahanan untuk turut menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Dengan demikian, upaya pencegahan penyakit dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Sinergi Profesionalisme dan Humanisme Polri
Langkah Polres Belitung Timur ini sejalan dengan semangat transformasi Polri menuju institusi yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Profesionalisme dalam menjalankan tugas keamanan dan penegakan hukum dipadukan dengan pendekatan humanis yang menempatkan kemanusiaan sebagai nilai utama.
Kapolres Belitung Timur AKBP Indra F. Dalimunthe melalui jajaran humas menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi tahanan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala ini juga menjadi bentuk akuntabilitas publik, bahwa Polri tidak hanya fokus pada aspek penindakan hukum, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan, pelayanan, dan pembinaan.
Membangun Kepercayaan Publik melalui Tindakan Nyata
Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak hanya dibangun melalui keberhasilan pengungkapan kasus, tetapi juga melalui tindakan-tindakan kecil yang berdampak besar bagi kemanusiaan.
Perhatian terhadap kesehatan tahanan merupakan salah satu indikator penting dalam membangun citra Polri yang profesional dan berintegritas.
Dengan memastikan para tahanan mendapatkan layanan kesehatan yang layak, Polres Belitung Timur menunjukkan bahwa hukum ditegakkan tanpa mengabaikan nilai-nilai keadilan sosial.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan kuat kepada masyarakat bahwa setiap individu diperlakukan secara manusiawi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Inspirasi bagi Satuan Wilayah Lain
Apa yang dilakukan oleh Polres Belitung Timur diharapkan dapat menjadi inspirasi dan contoh praktik baik (best practice) bagi satuan wilayah lainnya di seluruh Indonesia.
Pemeriksaan kesehatan berkala terhadap tahanan dapat menjadi standar pelayanan minimum yang diterapkan secara konsisten demi menciptakan lingkungan tahanan yang sehat, aman, dan kondusif.
Lebih dari sekadar rutinitas, kegiatan ini mencerminkan kesadaran institusional bahwa kesehatan adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
Tahanan yang sehat secara fisik dan mental akan lebih kooperatif dalam menjalani proses hukum, sehingga turut mendukung kelancaran tugas kepolisian.
Komitmen Berkelanjutan demi Kemanusiaan
Dengan adanya kegiatan pemeriksaan kesehatan rutin ini, Polres Belitung Timur menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam pengelolaan tahanan.
Pemenuhan hak-hak dasar, terutama di bidang kesehatan, akan terus dijaga dan ditingkatkan seiring dengan dinamika dan tantangan tugas ke depan.
Langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang menegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani proses hukum, berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
Ke depan, Polres Belitung Timur berkomitmen untuk terus mengembangkan pendekatan inovatif dan humanis dalam setiap aspek tugas kepolisian.
Dengan demikian, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Polres Belitung Timur membuktikan bahwa penegakan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dapat berjalan beriringan, demi terwujudnya keadilan yang bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia. | JogjaEkspress.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment
oke