Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ketegangan Transatlantik, Menlu Belanda Sebut Ancaman Tarif Presiden Trump sebagai Pemerasan

    January 19, 2026

    Polres Beltim Perkuat Perlindungan Hak Kesehatan Tahanan melalui Pemeriksaan Kesehatan Berkala

    January 11, 2026

    Tanam Pohon Serentak, Polres Beltim Pulihkan Lingkungan

    January 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Threads
    • Redaksi
    • Direksi
    • Management
    • Disclaimer
    • Policy Privacy
    JogjaEkspress.Com
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Home
    • HeadLine
    • Features
    • GloNews
      • GLobalNews
      • NASionalNews
      • LOCalNews
      • REGionalNews
    • EkoBisTrend
      • EKonomi
      • BIsnis
      • TrenDing
    • PoliParLemen
      1. East Asia
      2. Economy
      3. View All

      Tantangan & Peluang Ekonomi, Karir & Politik Rajo Ameh di Tahun 2026

      January 2, 2026

      China’s Railways See Over 200m Passengers Since Start of Spring Festival

      February 2, 2025

      More than 80 Dead After Super Typhoon Sweeps Across Country

      February 2, 2025

      Southeast Asia’s Leadership Crucibles: Past Visions, Present Struggles

      February 2, 2025

      Tahun Depan, Anggaran Ketahanan Pangan Sebesar Rp164,4 Triliun

      August 15, 2025

      European Stocks Close Higher as Earnings Ramp Up; Watches of Switzerland Down 36% in Day Trading

      February 2, 2025

      Tantangan & Peluang Ekonomi, Karir & Politik Rajo Ameh di Tahun 2026

      January 2, 2026

      Tahun Depan, Anggaran Ketahanan Pangan Sebesar Rp164,4 Triliun

      August 15, 2025

      Sabuk Keamanan Maritim 2025, Kapal AL China & Rusia Latihan Bersama

      May 8, 2025

      Elon Musk Spent More than $290 Million on the 2024 Election, Year-End FEC Filings Show

      February 2, 2025
    • ShowCelebs
    • RaGam
      • Business
      • Population
    • LifeHealth
      • Travel & Tourism
    • Sports
    • IPTechno
    JogjaEkspress.Com
    Home » Ketegangan Transatlantik, Menlu Belanda Sebut Ancaman Tarif Presiden Trump sebagai Pemerasan
    Don't Miss

    Ketegangan Transatlantik, Menlu Belanda Sebut Ancaman Tarif Presiden Trump sebagai Pemerasan

    JogjaEkspressComBy JogjaEkspressComJanuary 19, 20261 Comment6 Mins Read
    Foto ; repro/republika
    Share
    Facebook Twitter Pinterest Threads Bluesky Copy Link

    JogjaEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Ketegangan dalam hubungan internasional semakin memanas setelah Menteri Luar Negeri Belanda, David van Weel, pada hari Minggu (17/01/2026) mengecam ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memberlakukan tarif tinggi terhadap beberapa negara Eropa terkait isu Greenland.

    Van Weel menilai langkah tersebut sebagai bentuk pemerasan yang tidak hanya merugikan hubungan antara negara-negara sekutu, tetapi juga berpotensi melemahkan aliansi transatlantik yang selama ini menjadi pilar stabilitas global.

    Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Belanda, NPO 1, van Weel menyatakan bahwa tindakan semacam itu sangat tidak seharusnya dilakukan antara negara-negara sekutu.

    “Sekutu tidak memperlakukan satu sama lain seperti ini. Apa yang terjadi adalah pemerasan, dan itu tidak perlu. Tindakan semacam ini tidak memperkuat aliansi kita, malah bisa mengancam hubungan yang sudah terjalin lama,” ujar van Weel dengan nada serius.

    “Selain itu, ini tidak akan berkontribusi pada keamanan Greenland, yang seharusnya menjadi prioritas bersama.”

    Pernyataan ini muncul setelah serangkaian ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland, yang mencapai puncaknya setelah pertemuan antara ketiga pihak pada 14 Januari 2026.

    Dalam pertemuan tersebut, Amerika Serikat berusaha mendesak Denmark untuk mempertimbangkan keputusan strategis terkait status dan kontrol atas wilayah Greenland, yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark.

    Konteks dan Isu Greenland yang Menjadi Sorotan Global

    Untuk memahami konteks dari pernyataan van Weel, penting untuk menilik lebih jauh mengenai permasalahan yang berkaitan dengan Greenland.

    Sejak beberapa waktu lalu, Presiden Trump menunjukkan ketertarikan terhadap Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark.

    Pada tahun 2019, Trump bahkan mengusulkan untuk membeli Greenland, yang dianggapnya sebagai wilayah strategis yang sangat penting secara geopolitik, terutama terkait dengan potensi sumber daya alam dan kepentingan militer di kawasan Arktik.

    Namun, proposal tersebut ditanggapi dengan penolakan tegas oleh Pemerintah Denmark, yang melihat Greenland sebagai bagian integral dari Kerajaan Denmark.

    See also  Dapat Cucu, DPD GR Beltim, Rajo Ameh ; Selamat Buat Pak Anies
    Powered by Inline Related Posts

    Ketegangan ini kembali memanas pada awal 2026, ketika AS mulai menekan negara-negara Eropa, termasuk Belanda, untuk mendukung kebijakan Amerika di kawasan Arktik, dengan ancaman pemberlakuan tarif terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan kebijakan AS terkait Greenland.

    David van Weel: Sebuah Pemerasan yang Tidak Perlu

    Van Weel menyatakan bahwa kebijakan seperti ini tidak hanya tidak perlu, tetapi juga tidak konstruktif. “Ancaman tarif ini bukanlah cara yang efektif untuk membangun aliansi yang kuat dan saling mendukung.

    Dalam aliansi transatlantik, yang selama ini telah mengedepankan kerja sama dan dialog, pendekatan semacam ini hanya akan menciptakan ketegangan yang tidak perlu,” tambah van Weel.

    Menanggapi sikap Amerika Serikat terhadap Greenland, van Weel menjelaskan bahwa Denmark dan Greenland telah berusaha untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap isu keamanan global dengan cara yang positif.

    “Denmark mengajukan permintaan kepada beberapa negara sekutu untuk bersama-sama menunjukkan kepada AS bahwa kami serius dalam menghadapi masalah keamanan di kawasan Arktik.

    Niatnya sangat positif, namun kami justru dihukum karena itu,” katanya.

    Pernyataan tersebut menggambarkan ketidakpuasan van Weel terhadap kebijakan yang menurutnya tidak mempertimbangkan dinamika hubungan internasional yang lebih luas.

    Mengingat posisi Belanda yang selama ini menjadi mitra strategis bagi banyak negara, termasuk Amerika Serikat, van Weel merasa kecewa dengan bagaimana isu ini dihadapi.

    Mengapa Greenland Sangat Strategis Bagi Amerika Serikat?

    Greenland, meskipun memiliki jumlah penduduk yang kecil dan geografis yang sangat terpencil, telah menjadi perhatian utama dalam geopolitik global, khususnya dalam konteks persaingan geopolitik di kawasan Arktik.

    Letaknya yang strategis di kawasan Arktik, yang semakin terbuka akibat perubahan iklim, menjadikannya sebagai pintu gerbang untuk navigasi internasional dan eksploitasi sumber daya alam yang sangat bernilai.

    AS sendiri memiliki pangkalan militer di Greenland melalui Thule Air Base, yang penting dalam memantau dan menghadapi ancaman dari Rusia dan negara-negara lainnya.

    See also  Loyalty to King Underlined at Rehearsal for Annual Parade
    Powered by Inline Related Posts

    Oleh karena itu, kontrol terhadap wilayah tersebut, baik melalui kerja sama dengan Denmark ataupun keputusan sepihak, dilihat sebagai langkah vital dalam menjaga dominasi geopolitik Amerika di kawasan tersebut.

    Namun, langkah agresif AS yang menekan negara-negara Eropa untuk lebih mendukung kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Greenland, dengan ancaman tarif, memicu kontroversi.

    Banyak pihak, termasuk Denmark, merasa bahwa kebijakan ini lebih bersifat unilateral dan tidak mempertimbangkan keseimbangan hubungan internasional yang lebih luas.

    Reaksi Negara-negara Eropa : Tanggapan terhadap Ancaman Tarif AS

    Pernyataan David van Weel juga mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, yang mulai merasa semakin terpinggirkan dalam pengambilan keputusan terkait kawasan Arktik.

    Negara-negara Eropa seperti Belanda dan Denmark, yang memiliki kepentingan signifikan di wilayah tersebut, mulai merasa bahwa Amerika Serikat bertindak terlalu dominan dan memaksa sekutu-sekutunya untuk mengikuti keinginan AS tanpa memberikan ruang untuk dialog atau kompromi.

    Ketegangan ini mengundang perhatian luas dari para pengamat hubungan internasional yang mencatat pergeseran besar dalam dinamika transatlantik.

    Beberapa pihak mulai melihat langkah AS ini sebagai indikasi bahwa Amerika Serikat lebih fokus pada kepentingan nasional yang lebih sempit, daripada menjaga stabilitas aliansi internasional yang telah lama terbentuk.

    Meskipun begitu, banyak juga yang berharap bahwa ketegangan ini hanya bersifat sementara dan dapat diselesaikan melalui meja perundingan.

    Negara-negara Eropa berharap agar dapat menjembatani kesenjangan ini dengan mengedepankan dialog yang lebih konstruktif, serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar membawa manfaat bagi semua pihak, termasuk Greenland yang menjadi titik perhatian utama dalam perseteruan ini.

    Pentingnya Menjaga Aliansi Transatlantik dan Keamanan Global

    Dalam konteks yang lebih luas, ancaman tarif oleh AS dan ketegangan terkait Greenland ini memperlihatkan bahwa hubungan internasional kini semakin kompleks dan penuh tantangan.

    See also  Penegasan Rektor UGM, Ijazah Jokowi Asli
    Powered by Inline Related Posts

    Ketegangan antara negara besar dengan negara kecil atau mitra strategis seringkali terjadi ketika kepentingan nasional yang sangat berbeda bertemu.

    Dalam kasus ini, isu Greenland, yang melibatkan berbagai kepentingan geopolitik, ekonomi, dan militer, menjadi arena pertarungan yang sangat menentukan bagi negara-negara yang memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas kawasan Arktik dan keamanan global.

    Menteri Luar Negeri Belanda, David van Weel, dengan jelas menunjukkan pentingnya menjaga hubungan yang sehat antara negara-negara sekutu.

    “Dalam aliansi seperti NATO dan Uni Eropa, kita harus memastikan bahwa keputusan yang diambil selalu memperhatikan kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan satu pihak saja,” katanya.

    Sementara itu, banyak pengamat berharap bahwa ketegangan ini dapat segera diredakan melalui jalur diplomatik dan bahwa negara-negara sekutu dapat kembali fokus pada upaya kolektif untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan global.

    Ke depan, tantangan utama bagi negara-negara besar adalah untuk tidak hanya mengedepankan kepentingan nasional semata, tetapi juga berkomitmen pada prinsip kerja sama internasional yang berkelanjutan.

    Kesimpulan: Diplomasi dan Kerja Sama adalah Kunci Menghadapi Ketegangan Internasional

    Ke depan, tampaknya kebijakan luar negeri akan semakin dipengaruhi oleh dinamika ketegangan internasional yang tidak hanya melibatkan negara-negara besar, tetapi juga negara-negara kecil yang memiliki peran penting dalam geopolitik global.

    Dalam hal ini, diplomasi menjadi kunci untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi yang menguntungkan bagi semua pihak, khususnya dalam kasus yang melibatkan isu strategis seperti Greenland.

    Sebagai salah satu negara yang memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi internasional, Belanda di bawah kepemimpinan David van Weel berusaha menjaga agar hubungan antar sekutu tetap harmonis, meskipun ada ketegangan terkait kebijakan Amerika Serikat.

    Pemerasan, menurut van Weel, bukanlah jalan yang akan menguntungkan siapa pun, apalagi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

    Post Views: 1,984
    GLobalNews GloNews
    Share. Facebook Twitter Pinterest Bluesky Threads Tumblr Telegram Email
    JogjaEkspressCom
    • Website

    Related Posts

    Polres Beltim Perkuat Perlindungan Hak Kesehatan Tahanan melalui Pemeriksaan Kesehatan Berkala

    January 11, 2026

    Tanam Pohon Serentak, Polres Beltim Pulihkan Lingkungan

    January 6, 2026

    Tugu Jogja ; Ikon Wisata Menyimpan Cerita & Filosofi Mendalam

    January 2, 2026
    View 1 Comment

    1 Comment

    1. JogjaEkspressCom on January 19, 2026 9:28 am

      oke

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    European Stocks Close Higher as Earnings Ramp Up; Watches of Switzerland Down 36% in Day Trading

    February 2, 20254 Views

    Elon Musk Spent More than $290 Million on the 2024 Election, Year-End FEC Filings Show

    February 2, 20258 Views

    Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Santri, Sempat Kabur ke Medan

    May 4, 20251,978 Views
    Don't Miss

    Ketegangan Transatlantik, Menlu Belanda Sebut Ancaman Tarif Presiden Trump sebagai Pemerasan

    By JogjaEkspressComJanuary 19, 2026

    JogjaEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Ketegangan dalam hubungan internasional semakin memanas setelah Menteri Luar Negeri Belanda,…

    Polres Beltim Perkuat Perlindungan Hak Kesehatan Tahanan melalui Pemeriksaan Kesehatan Berkala

    January 11, 2026

    Tanam Pohon Serentak, Polres Beltim Pulihkan Lingkungan

    January 6, 2026

    Tugu Jogja ; Ikon Wisata Menyimpan Cerita & Filosofi Mendalam

    January 2, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Top Trending
    8.9

    Review: Latest Windows 11 Preview Build Lets You Search for Copied Text

    By JogjaEkspressComJanuary 15, 2021
    85

    Review: 10 Things You Didn’t See on TV During the 2021 Latin Grammys

    By JogjaEkspressComJanuary 14, 2021
    72

    Review: 50 Easy Travelling Habits That Help You Live Longer

    By JogjaEkspressComJanuary 14, 2021
    Most Popular

    European Stocks Close Higher as Earnings Ramp Up; Watches of Switzerland Down 36% in Day Trading

    February 2, 20254 Views

    Elon Musk Spent More than $290 Million on the 2024 Election, Year-End FEC Filings Show

    February 2, 20258 Views

    Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Santri, Sempat Kabur ke Medan

    May 4, 20251,978 Views
    Our Picks

    Ketegangan Transatlantik, Menlu Belanda Sebut Ancaman Tarif Presiden Trump sebagai Pemerasan

    January 19, 2026

    Polres Beltim Perkuat Perlindungan Hak Kesehatan Tahanan melalui Pemeriksaan Kesehatan Berkala

    January 11, 2026

    Tanam Pohon Serentak, Polres Beltim Pulihkan Lingkungan

    January 6, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    JogjaEkspress.Com
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube Tumblr LinkedIn WhatsApp TikTok Telegram
    • Home
    • LifeHealth
    • RaGam
    • PoliParLemen
    • Buy Now
    © 2026 JogjaEkspress.Com 01052025-GMT0603. Designed by JSCgroupmedia.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.